SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN

HUBUNGAN KARAKTERISTIK INFORMASI YANG DIHASILKAN OLEH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PT. EUROTEK JAYA PERKASA BOGOR

Zainuddin Iba, SE, MM.
Dosen STIE Kebangsaan Bireuen (zainuddiniba@yahoo.com)
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empiris pengaruh karakteristik informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial pada PT. Eurotex Jaya Perkasa. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 34 pada PT.Eurotex Jaya Perkasa. Berdasarkan metode analisis regresi berganda, diperoleh hasil pengujian secara simultan (Uji-F) dan uji secara parsial dari keempat variabel bebas (uji-t), menunjukkan terdapat hubungan sekaligus pengaruh yang signifikan ke empat variabel, yakni variabel Ruang lingkup (X1), Agregasi (X2), Integrasi (X3), dan Tepat waktu (X4) terhadap kinerja manajerial pada PT.Eurotex Jaya Perkasa. Dengan model statistiknya yakni : Y = 2.205 + 0.127X1 + 0.103X2 + 0.100X3 + 0.142X4.  Variabel yang paling besar (paling dominan) adalah variabel tepat waktu, dimana pemakai informasi akuntansi lebih memfokuskan pada ketepatan waktu dari kualitas informasi yang disampaikan oleh pihak penyelenggara sistem informasi.
Kata Kunci: Karakteristik, Informasi, Kinerja, Manajerial.
1.    Pendahuluan
Salah satu peran penting sistem informasi akuntansi manajemen adalah menyediakan informasi bagi orang yang tepat dengan cara yang tepat dan saat yang tepat. Informasi berperan meningkatkan kemampuan manajemen untuk memahami keadaan lingkungan sekitarnya dan mengidentifikasikan aktivitas yang relevan. Perencanaan sistem informasi manajemen yang merupakan bagian dari sistem pengendalian organisasi perlu mendapat perhatian karena sistem informasi berguna bagi organisasi-organisasi untuk mengendalikan dan memonitor proses yang memiliki nilai tambah (Nazaruddin, 1998:142).
Sistem akuntansi manajemen merupakan sistem yang dimaksudkan untuk membantu manajemen dalam melaksanakan fungsi-fungsinya demi efisiensi dalam mengalokasikan sumber daya dalam rangka tujuan perusahaan. Sistem akuntansi manajemen disini merupakan sistem dan prosedur normal yang menggunakan informasi untuk mempertahankan atau menyediakan alternatif untuk perencanaan, pengendalian, pengambilan keputusan dan meningkatkan pemahaman manajer terhadap dunia nyata serta bisa mengidentifikasi aktivitas yang relevan.
Sistem informasi akuntansi manajemen tidak terikat oleh suatu kriteria formal yang menjelaskan sifat dari masukan atau proses bahkan keluarannya (Mowen,1999:4). Kriteria tersebut fleksibel dan berdasarkan pada tujuan yang hendak dicapai manajemen. Sistem akuntansi manajemen mempunyai tiga tujuan utama, yaitu:
(1)     untuk menyediakan informasi yang digunakan dalam perhitungan biaya jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen,
(2)     untuk menyediakan informasi yang digunakan dalam perencanaan, pengendalian, dan pengevaluasian,
(3)     untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan. Infomasi yang diterima oleh pihak manajemen sangat beraneka ragam dalam bentuk maupun fungsinya. Dengan beragamnya informasi yang diterima oleh mana-jemen, maka perlu dipilih dan dikelompokkan karakteristik informasi yang dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian kinerja manajemen.
Karakteristik yang berupa aggregation, broad-scope, integration dan timeliness mampu meningkatkan kinerja manajer. Manajer yang memiliki informasi dengan karakteristik tersebut umumnya mampu untuk membuat perencanaan yang lebih baik dan mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini khususnya lebih nampak pada organisasi-organisasi yang terdesentralisasi (Chia, 1995:812).
Perusahaan Eurotek Jaya Perkasa Bogor, yang mempunyai aktivitas komplex, dimana di dalam-nya terdapat berbagai bidang maupun bagian-bagian yang mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berlainan, namun sama-sama ingin mencapai tujuan yang direncanakan (Darmawi, 2001:2), maka perusahaan memerlukan suatu sistem informasi akuntasi manajemen untuk memudahkan pihak manajemen dalam mengelola perusahaan yang dimaksud, sehingga diharapkan akan dapat mencapai suatu tujuan yang telah digariskan.

2.    Tinjauan Teoritis
Karakteristik Informasi Akuntansi
Agar pengkomunikasian informasi tersebut menja-di lebih efektif, maka laporan keuangan harus memenuhi kriteria tertentu yang membuat infor-masi dalam laporan keuangan berguna bagi pema-kai berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (2002:7). Disebutkan ada empat karakteristik kualitatif atas informasi akuntansi, yaitu dapat di-pahami, relevan, andal dan dapat diperbandingkan.
(1)    Dapat dipahami
Kualitas informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dipahami oleh pemakai. Untuk maksud ini pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktifitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan keseluruhan yang wajar.
(2)    Relevan
Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengoreksi, hasil evaluasi mereka di masa lalu.
(3) Keandalan
Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian menyesatkan kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakai sebagai penyajian yang tulus dan jujur dari yang seharusnya disajikan atau secara wajar diharapkan dapat disajikan.
(4)    Dapat dibandingkan
Informasi dalam laporan keuangan harus dapat dibandingkan antar periode untuk mengidentifikasi trend posisi dan kinerja keuangan. Selain itu juga harus dapat diperbandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif.
Dalam hal ini diperlukan adanya konsistensi. Ketaatan pada SAK, termasuk pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh perusa-haan membantu pencapaian daya banding.
Jenis-jenis Informasi Akuntansi
Informasi akuntansi merupakan informasi yang bersumber dari laporan keuangan suatu peru-sahaan. Klasifikasi informasi akuntansi menurut Mulyadi (2001:14) dikelompokkan menjadi tiga, yaitu informasi operasi, informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen. Informasi akuntansi manajemen diperlukan oleh manajemen untuk melaksanakan dua fungsi pokok manajemen yaitu perencanaan dan pengendalian aktifitas perusahaan. Informasi akuntansi manaje-men ini dihasikan oleh sistem pengolahan infor-masi keuangan yang disebut akuntansi manajemen. Informasi akuntansi manajemen disajikan kepada manajemen perusahaan dalam berbagai laporan keuangan seperti anggaran, laporan penjualan, laporan biaya produksi, laporan biaya menurut pusat-pusat pertanggungjawaban dan lain-lain.
Sedangkan Baridwan (1994:1) menyatakan bahwa informasi akuntansi yang dihasilkan dari suatu sistem dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
1). Informasi Akuntansi Keuangan.
Pemakai informasi akuntansi ini adalah pihak luar perusahaan (pihak ekstern) dan pihak dalam perusahaan (pihak intern). Informasi akuntansi keuangan yang disajikan kepada pihak luar, terdiri dari : neraca, laporan rugi-laba, laporan perubahan modal dan laporan perubahan posisi keuangan. Oleh karena laporan ini ditujukan kepada pihak luar perusahaan, maka cara penyajiannya dan isinya diatur oleh prinsip akuntansi yang lazim.
2).  Informasi Akuntansi Manajemen.
Pemakai informasi akuntansi manajemen adalah terutama para manajer (pihak intern) perusahaan. Informasi akuntansi manajemen adalah bagian dari akuntansi yang menyajikan secara spesifik bagaimana data akuntansi dan informasi keuangan lainnya dapat digunakan oleh manajemen untuk mengelola perusahaannya.
Pengertian Sistem Akuntansi Manajemen
Sistem akuntansi manajemen (SAM) adalah suatu mekanisme pengendalian organisasi, serta merupa-kan alat yang efektif dalam menyediakan informasi yang berguna untuk memprediksi konsekuensi yang mungkin terjadi dari berbagai alternatif aktivitas yang dapat dilakukan (Nazaruddin, 1998).
Sedangkan menurut Atrinson (1995) sistem akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang mengumpulkan data operasional dan financial, memprosesnya, menyimpannya, dan melaporkan kepada pengguna. Produk yang dihasilkan oleh sistem akuntansi manajemen adalah informasi akuntansi manajemen.
Selain itu, SAM juga merupakan suatu mekanisme pengawasan organisasi yang dapat memfasilitasi pengawasan dengan cara membuat pelaporan dan melaksanakan tindakan-tindakan nyata secara jelas dan dapat dipahami oleh para pengguna untuk dapat meningkatkan kinerja organisasi (Chia, 1995; Mia & Chenhall, 1994). Dalam kaitannya dengan penelitian ini, kinerja organisasi dipengaruhui oleh pelaksanaan atau penerapan SAM dalam organisasi dan ketidakpastian lingkungan.
Menurut Hansen & Mowen (2004: 4), ada 3 tujuan sistem akuntansi manajemen yaitu :
1)    Untuk menyediakan informasi yang digunakan dalam perhitungan biaya jasa, produk dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
2)    Untuk menyediakan informasi yang digunakan dalam perencanaan, pengendalian dan pengevaluasian.
3)    Untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.
Rekayasa SAM dalam penelitian ini masih mempertimbangkan hubungannyadengan variabel-variabel kontekstual seperti lingkungan, komplek-sitas teknologi, strategi, saling ketergantungan organisasi, dan lain-lain. Dalam penelitian ini SAM diartikan sebagai suatu sistem yang formal didesain untuk menyediakan informasi bagi para manajer.
Pada dasarnya dimensi SAM terdiri dari karakteristik informasi  “Broad Scope, dan aggregation” yang artinya :
1). Informasi SAM broad scope (cakupan yang luas), mempunyai tiga subdimensi yaitu fokus, kuantifikasi, dan ufuk waktu.
a.     Fokus merupakan informasi yang berasal dari dalam atau luar organisasi berhubungan dengan faktor ekonomi  (seperti total penjualan, pangsa pasar,dan lain-lain), kemajuan teknologi, perubahan sosial, perkembangan demografi.
b.    Kuantifikasi (Quantification) merupakan informasi yang berkenaan dengan keuangan dan bukan keuangan.
c.    Ufuk waktu (Time Horizon) merupakan informasi yang berkaitan dengan informasi yang akan datang.
2). Informasi SAM aggregation (pengumpulan) merupakan ringkasan informasi menurut fungsi, periode waktu dan model keputusan.
a.    Informasi menurut fungsi dimaksudkan untuk menyediakan informasi yang berkenaan dengan hasil dari suatu keputusan yang dibuat oleh unit-unit lain.
b.    Informasi menurut periode waktu adalah informasi yang memungkinkan manajer untuk menilai keputusan mereka dari waktu ke waktu.
c.    Informasi menurut keputusan adalah informasi yang disediakan untuk membuat keputusan dengan menggunakan model-model analisis seperti analisis model inventor, aliran kas yang didiskonto, analisis what-if  dan analisis cost-volume-profit (Bouwens & Abernethy, 2000)
SAM merupakan sistem formal yang dirancang untuk menyediakan informasi kepada manajer (Simons, 1987). Hansen dan Mowen (2004:4) mendefinisikan SAM sebagai sistem yang meng-hasilkan keluaran (output) dan memprosesnya untuk mencapai tujuan khusus manajemen. Secara konvensional, rancangan SAM terbatas pada informasi keuangan internal yang berorientasi historis. Akan tetapi, meningkatnya peran SAM untuk membantu manajer dalam pemecahan masalah telah mengakibatkan perubahan dari SAM untuk memasukan data eksternal dan nonkeuangan dan informasi yang berorientasi pada sesuatu akan datang. SAM tradisional memberikan informasi yang terfokus pada peristiwa-peristiwa dalam organisasi, yang  dikuantifikasikan dalam ukuran moneter, dan yang berhubungan dengan data historis. Chenhall dan Morris (1986) mengidenti-fikasi 4 (empat) karakteristik informasi SAM yaitu Scope (lingkup), timeliness (tepat waktu), agrregation (agregasi), integration (integrasi).
Scope (lingkup). Di dalam sistem informasi, broad scope (lingkup luas) mengacu kepada dimensi fokus, kuantifikasi, dan horison waktu (Gorry dan Morton, 1971; larcker, 1981; Gordon dan Narayanan, 1984). Selain itu ruang lingkup SAM yang luas memberikan informasi yang berhubu-ngan dengan lingkungan eksternal yang mungkin bersifat ekonomi seperti Gross National Product, total penjualan pasar, dan pangsa pasar suatu industri atau mungkin juga bersifat non ekonomi seperti faktor demografi, cita rasa konsumen, tindakan para pesaing dan perkembangan teknologi. Ruang lingkup akuntansi manajemen yang luas mencakup nonmoneter terhadap karakteristik lingkungan eksterm (Gordon dan Miller, 1976). Di samping itu, ruang lingkup SAM yang luas akan memberikan estimasi tentang kemungkinan terjadinya peristiwa di masa yang akan datang dalam ukuran probabilitas.
Timeliness (tepat waktu). Kemampuan para manajer untuk merespon secara tepat terhadap  suatu peristiwa kemungkinan dipengaruhi oleh timeliness SAM. Informasi yang timeliness meningkatkan fasilitas SAM untuk melaporkan peristiwa paling akhir dan untuk memberikan umpan balik secara tepat terhadap keputusan yang telah dibuat. Jadi, timeliness mencakup frekuensi pelaporan dan kecepatan pelaporan. Chia (1995) menyatakan bahwa teming informasi menunjuk kepada jarak waktu antara permintaan dan tersedianya informasi dari SAM ke pihak yang meminta.
Aggregation (agregasi). SAM memberikan infor-masi dalam berbagai bentuk agregasi yang berkisar dari pemberian bahan dasar, data yang tidak diproses hingga berbagai agregasi berdasarkan periode waktu atau area tertentu, misalnya pusat pertanggungjawaban atau fungsional. Tipe agre-gasi yang lain mengacu kepada berbagai format yang konsisten dengan model keputusan format, seperti analisis cash flow yang didiskontokan untuk anggaran modal, simulasi dan liner programming untuk penerapan anggaran modal, analisis biaya-volume-laba, dan model pengenda-lian persediaan. Dalam perkembangan terakhir, agregasi informasi merupakan penggabungan informasi fungsional dan temporal, seperti area penjualan, pusat biaya, departemen produksi dan pemasaran, dan informasi yang dihasilkan secara khusus untuk model keputusan formal.
Integration (integrasi). Aspek pengendalian suatu organisasi yang penting adalah koordinasi berba-gai segmen dalam sub organisasi. Karakteristik SAM yang membantu koordinasi mencakup spesifikasi target yang menunjukkan pengaruh interaksi segmen dan informasi mengenai pengaruh keputusan pada operasi seluruh sub-sub unit organisasi.
Chia (1995) menyatakan ,bahwa informasi yang terintegrasi dari SAM dapat digunakan sebagai alat koordinasi antar segmen dari sub unit dan antar sub unit. Kompleksitas dan interdependensi antar sub-sub unit akan direfleksikan dalam informasi yang terintegrasi dari SAM.
Kinerja Organisasi
Menurut Tim Penyusun Kamus PPPBI (1994: 700) kinerja dapat diartikan “sebagai prestasi kerja atau hasil yang telah di capai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya)”.
Lowyer dan Porter dalam As’ad (1999: 48) menuliskan bahwa “Job Performance atau kinerja usaha adalah hasil yanfg dicapai oleh seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan “.
Apabila masing-masing karyawan memberikan konstribusi hasil kerja yang tinggi, maka akan memberikan andil terhadap pencapain tujuan organisasi yang telah ditetapkan, seperti dikatakan Simamora (1997: 416 ) bahwa kinerja adalah kontribusi karyawan kepada organisasi selama  periode waktu tertentu. Sehingga kinerja dapat diartikan sebagai suatu kemampuan orang atau kelompok untuk mencapai sesuatu yang hendak dicapainya, maupun prestasi yang akan diperlihatkannya pada orang maupun kelompok lain selama periode tertentu.
Di samping itu, Menurut Mathis, R. L & Jackson “Kinerja merupakan rangkaian yang kritis antara strategi dan hasil organisasi”. Sedangkan kinerja organisasi merupakan kebijakan organisasi dalam rangka mencapai tujuan & sasaran yang diinginkan dengan menggunakan seluruh sumber daya yang ada dalam perusahaan tersebut.
Kirmizi Ritonga & Yusserrie Zainuddin (2001) menuliskan bahwa kinerja organisasi merupakan kemampuan organisasi untuk mencapai objektif sebagai akibat menggunakan atau mengimple-mentasikan SAM.
Umumnya sumber daya manusia sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja organisasi, oleh sebab itu perhatian organisasi terhadap kinerja karyawan harus cukup besar agar kinerja organisasi dapat tercapai sebagaimana mestinya

3.    Metodologi Penelitian
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada PT. Eurotex Jaya Perkasa. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 34 orang karyawan PT. Eurotex Jaya Perkasa. Mengingat populasinya kurang dari 100, maka semua populasi tersebut dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini.
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara :
a.    Wawancara, yaitu dengan melakukan wawan-cara langsung ke perusahaan yang dimaksud, khususnya para manajer yang menangani sistem informasi akuntansi manajemen khususnya pada PT. Eurotex Perkasa.
b.    Kuesioner, yaitu menyebarkan daftar perta-nyaan yang telah disusun, dimana pertanyaan tersebut telah disesuaikan dengan tujuan penelitian. Untuk memudahkan responden menjawab pertanyaan, jawaban telah disedia-kan dan responden memilih sesuai persepsinya.
c.    Data sekunder, yang berupa data teoritis yang mendukung penelitian ini, termasuk hasil penelitian atau riset terdahulu yang ada kaitannya dengan masalah penelitian ini.
Metode Analisa Data
Teknik analisa data dilakukan dengan mengguna-kan metode regresi berganda (Multiple Linear Regression) yang bertujuan untuk mengetahui korelasi karaktersitik informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial pada PT.Eurotex Jaya Perkasa. Spesifikasi persamaan yang digunakan dalam peneliti-an ini berbentuk:
Y = α + ß1×1 +  ß2×2 + ß3×3 + ß4×4 + e
Dimana:
Y = Kinerja Manajerial
α  = Konstanta
X1 = Ruang Lingkup
X2 = Agregasi
X3 = Integrasi
X4 = Tepat Waktu
e    = Variabel error
ß1, ß2, ß3, ß4 = Koefisien Korelasi
Selanjutnya untuk menentukan pengaruh antara masing-masing variabel bebas X yang diteliti secara bersama-sama terhadap variabel tak bebas Y dapat diketahui dari koefisien regresinya (ßi), sedangkan kekuatan hubungan antara setiap variabel bebas terhadap variabel tak bebas diketahui dengan melihat koefisien korelasi (r) dikatakan korelasi tinggi apabila nilai koefisien korelasi (r) mendekati + 1 atau – 1. Dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
r  =  Koefisien Korelasi
n  = Jumlah Sampel
X = Skor pernyataan untuk variabel X
Y = Skor Total variabel Y
Kemudian dari hasil penelitian maka pengujian hipotesis dilakukan dengan memakai uji t untuk menguji pengaruh variabel independent yaitu karakteristik informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi manajemen terhadap variabel dependent yaitu kinerja manajerial secara parsial.
Uji t dilakukan dengan membandingkan antara thitung dengan ttabel pada tingkat signifikan α = 0,05 yang disebut uji dua sisi (two taill test). Maka dapat disimpulkan, apabila nilai harga mutlak dari thitung > ttabel dengan tingkat signifikan 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima berarti bahwa penerapan karakteristik informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi manajemen mempunyai hubu-ngan yang signifikan terhadap kinerja manajerial. Sebaliknya apabila nilai thitung<ttabel berarti penera-pan karakteristik informasi yang dihasilkan oleh SAM tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kinerja manajerial.
Hipotesis
H1:    Ruang Lingkup mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja Perusahaan.
H2:    Tepat waktu mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja Perusahaan.
H3:    Agregasi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja Perusahaan.
H4:    Integrasi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja Perusahaan.

4.    Hasil Penelitian dan Pembahasan
Analisis Data
Analisis yang dilakukan terhadap 34 jawaban mengenai pengaruh hubungan karakteristik informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial pada PT. Eurotex Jaya Perkasa, dari 34 pernyataan yang diajukan menghasilkan skor rata-rata (mean) untuk masing-masing variabel dapat dilihat pada rincian berikut.
a.    Persepsi responden terhadap Broadscope.
Dalam melaksanakan tugasnya, manajer mem-butuhkan informasi dari berbagai sumber yang sifatnya luas, karena itu manajer membutuhkan informasi yang memiliki karakteristik broad-scope yaitu informasi yang memiliki cakupan yang luas dan lengkap (completeness) yang biasanya meliputi aspek ekonomi (pangsa pasar, produk domestik bruto, total penjualan) dan asfek non ekonomi misalnya kemajuan teknologi, perubahan sosiologis, demografis.
Berdasarkan hasil penelitian untuk variabel Broadscope diperoleh skor minimum sebesar 170, dan skor maksimum sebesar 850, nilai median sebesar 425, hal ini menunjukkan bahwa pemusatan data berada pada nilai 425, kriteria penilaian responden terhadap variabel broadscope menunjukkan indikator cukup dengan total nilai jawaban sebesar 585 artinya responden menyatakan bahwa broadscope dapat mempengaruhi terhadap karakteristik SIAM pada perusahaan PT. Eurotex Jaya Perkasa.
b.    Persepsi responden terhadap Aggregation.
Agregasi disampaikan dalam bentuk yang lebih ringkas, tetapi tetap mencakup hal-hal penting sehingga tidak mengurangi nilai informasi itu sendiri. Informasi yang teragregasi akan berfungsi sebagai masukan yang berguna dalam proses pengambilan keputusan, karena lebih sedikit waktu yang diperlukan untuk mengevaluasinya, sehingga meningkatkan efisiensi kerja manajemen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel agregasi di-peroleh skor minimum sebesar 170, dan skor maksimum sebesar 850, nilai median sebesar 425, hal ini menunjukkan bahwa pemusatan data berada pada nilai 425, kriteria penilaian responden terhadap variabel agreasi menunjuk-kan indikator cukup dengan total nilai jawaban responden sebesar 601 yang bermakna bahwa responden menyatakan cukup terhadap karakteristik SIAM di perusahaan PT.Eurotex Jaya Perkasa.
c.    Persepsi responden terhadap Integration.
Integrasi informasi yang mencerminkan kom-pleksitas dan saling keterkaitan antara bagian satu dan bagian lain. Informasi yang ter-integrasi berperan sebagai koordinator dalam mengendalikan pengambilan keputusan yang beraneka ragam. Manfaat informasi yang terintegrasi dirasakan penting saat manajer dihadapkan pada situasi dimana harus mengambil keputusan yang akan berdampak pada bagian atau unit yang lain.
Dari hasil penelitian untuk variabel integrasi diperoleh nilai rata-rata median sebesar 425, hal ini menunjukkan bahwa pemusatan data berada pada nilai 425. Dalam penelitian ini indikator integrasi diperoleh nilai skor total responden sebanyak 646 dengan kriteria penilaian cukup yang bermakna bahwa responden menyatakan setuju bahwa integrasi dapat berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap karakteristik SIAM.
d.    Persepsi responden terhadap Timeliness.
Ketetapan waktu (timeliness) dikonseptualkan mempunyai dua sub dimensi yaitu frekuensi laporan dan kecepatan membuat laporan. Frekuensi berkaitan dengan seberapa sering informasi disediakan untuk para manajer, sedangkan kecepatan membuat laporan, kecepatan berkenaan dengan tenggang waktu antara kebutuhan akan informasi dengan tersedianya informasi. Dengan demikian ketepatan waktu dalam memperoleh informasi akan menunjang kegiatan manajer guna meningkatkan kinerja perusahaannya.
Dari hasil penelitian untuk variabel tepat waktu diperoleh nilai rata-rata median sebesar 425, hal ini menunjukkan bahwa pemusatan data berada pada nilai 425, sedangkan nilai skor rendah berada bahwa pemusatan data berada pada nilai 425, sedangkan nilai skor rendah berada antara 170-339, nilai tertinggi berada pada kisaran 680-849, sedangkan skor total responden diperoleh nilai sebesar 617 dengan kriteria penilaian cukup, yang bermakna bahwa responden menyatakan bahwa ketepatan waktu (timeliness) berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap karakteristik SIAM pada perusahaan PT.Eurotex Jaya Perkasa.
e.    Persepsi responden terhadap kinerja Manajerial.
Kinerja manajerial didasarkan pada fungsi-fungsi manajemen yang ada dalam teori manajemen klasik yaitu seberapa jauh manajemen mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, target dan kiprah manajer.
Dari hasil penelitian untuk variabel kinerja manajerial diperoleh nilai skor minimal penialain sebesar 102, skor maksimal sebesar 510, sedangkan skor total responden sebesar 446 dengan kriteria penilaian tinggi artinya bahwa kinerja manajerial pada PT.Eurotex Jaya Perkasa sudah sangat baik.

Pengujian Hipotesis
Penelitian ini menganalisis pengaruh karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen sebagai variabel bebas (independent variabel) terhadap kinerja manajerial sebagai variabel terikat (dependent variabel).
a.    Hasil Uji-t
Untuk menguji faktor-faktor yang mempunyai pengaruh dengan kinerja manajerial pada PT.Eurotex Jaya Perkasa dapat diketahui besarnya thitung untuk masing-masing variabel dengan tingkat kepercayaan atau signifikansi sebesar α = 5%.
•    Hasil penelitian terhadap variabel ruang lingkup diperoleh thitung sebesar 2.308, sedangkan ttabel sebesar 2.034, hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel dengan signifikansi sebesar 0,006 atau probabilitas jauh di bawah α = 5%. Dengan demikian hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa variabel X1 (ruang lingkup) berpengaruh secara signifikansi terhadap kinerja manajerial pada PT.Eurotex Jaya Perkasa.

•    Temuan hasil penelitian terhadap variabel Agregasi diperoleh thitung sebesar 2.425 sedang-kan ttabel sebesar 2.034, hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel dengan signifikansi sebesar 0.004 atau probabilitas jauh di bawah α = 5%. Dengan demikian hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa variabel X2 (Agregasi) berpengaruh secara signifikansi terhadap kinerja manajerial pada PT.Eurotex Jaya Perkasa.
•    Hasil penelitian terhadap variabel integrasi diperoleh thitung sebesar 2.159, sedangkan ttabel sebesar 2.034, hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel dengan tingkat signifikansi sebesar 0.039 atau probabilitas jauh di bawah α = 5%.
Berdasarkan hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa variabel integrasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial pada PT. Eurotex Jaya Perkasa.
•    Hasil penelitian terhadap variabel tepat waktu diperoleh nilai thitung sebesar 3.364, sedangkan ttabel sebesar 2.034, hasil perhitungan ini juga menunjukkan bahwa thitung > ttabel dengan tingkat signifikansi sebesar 0.002 atau probabilitas lebih besar daripada α = 5%, sehingga berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial pada PT. Eurotex Jaya Perkasa.
•    Berdasarkan hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa variabel tepat waktu berpengaruh yang sangat signifikan terhadap kinerja manajerial di PT. Eurotex Jaya Perkasa.
Berdasarkan uraian di atas, memperlihatkan bahwa untuk masing-masing variabel yang diteliti berpengaruh (mempunyai hubungan) secara signifikan terhadap kinerja manajerial       PT. Eurotex Jaya Perkasa. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t, dimana seluruh variabel yang diteliti diperoleh nilai thitung > ttabel, sehingga semua variabel kualitas sistem informasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja manajerial.

b.    Hasil Perhitungan Regresi
Dari hasil perhitungan statistik maka diperoleh persamaan regresi berganda sebagai berikut:
Y = 2.205 + 0.127×1 + 0.103×2 + 0.100×3 + 0.142×4
Informasi hasil olah statistik diperoleh ringkasan berikut;
1)    Koefisien Korelasi (R)
Koefisien korelasi (R) = 0.869 yang menunjukkan bahwa derajat hubungan (korelasi) antara variabel bebas dengan variabel terikat sebesar 86.9%. Artinya kinerja manajerial sangat erat hubungannya dengan faktor-faktor Ruang lingkup (X1), Agregasi (X2), Integrasi (X3), dan Tepat waktu (X4).
2)    Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0.755. Artinya sebesar 75.5% perubahan-perubahan dalam variabel terikat (Kinerja manajerial) dapat dijelaskan oleh perubahan-perubahan dalam faktor-faktor Ruang lingkup (X1), Agregasi (X2), Integrasi (X3), dan Tepat waktu (X4). Sedangkan selebihnya yaitu sebesar 24.5% dijelaskan oleh faktor-faktor variabel lain diluar dari daripada penelitian ini.
3)    Koefisien Regresi (ß)

Konstanta sebesar 2.205. Artinya jika faktor-faktor Ruang lingkup, Agregasi, Integrasi dan Tepat waktu dianggap konstan, maka besarnya kinerja manajerial pada PT. Eurotex Jaya Perkasa adalah sebesar 2.205 pada satuan skala likert.

Koefisien regresi Ruang lingkup (X1) sebesar 0.127. Artinya bahwa setiap 100% perubahan (perbaikan karena tanda +) dalam ruang lingkup, maka secara relatif akan mening-katkan kinerja manajeriap PT.Eurotex Jaya Perkasa sebesar 12,7%, dengan demikian semakin baik ruang lingkup dari suatu sistem informasi maka akan meningkatkan kinerja manajerial pada PT.Eurotex Jaya Perkasa.
Koefisien regresi agregasi (X2) sebesar 0.103. Artinya setiap 100% perubahan (perbaikan, karena tanda +) dalam agregasi, maka secara relatif akan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 10.3%, jadi dengan adanya agregasi dari sistem informasi yang disampaikan maka meningkatkan kinerja manajerial pada PT. Eurotex Jaya Perkasa.
Koefisien regresi integrasi (X3) sebesar 0.100. Artinya setiap 100% perubahan (perbaikan, karena tanda +) dalam setiap integrasi, maka secara relatif akan meningkatkan kinerja manajerial pada PT.Eurotex Jaya Perkasa sebesar 10%, jadi dengan adanya integrasi yang dimiliki diharapkan dapat meningkatkan kinerja manajerial pada PT.Eurotex Jaya Perkasa.
Koefisien regresi tepat waktu (X4) sebesar 0.142. Artinya setiap 100% perubahan (perbaikan karena tanda +) dalam variavel tepat waktu yang diterapkan oleh pihak perusahaan, maka secara relatif akan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 14,2%, jadi dengan adanya tepat waktu akan semakin meningkatkan kinerja manajerial pada PT.Eurotex Jaya Perkasa.

5.    Simpulan dan Saran
Simpulan
1)    Dari hasil pengujian secra simultan diperoleh Fhitung sebesar 22.347, sedangkan Ftabel pada tingkat signifikansi α = 5% adalah sebesar 2.701. Hal ini memperlihatkan bahwa Fhitung > Ftabel, dengan tingkat probabilitas 0.000 artinya bahwa variabel ruang lingkup (x1), agregasi (x2), integrasi (x3), dan tepat waktu (x4) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial pada PT. Eurotex Jaya Perkasa.
2)    Sementara secara parsial variabel yang mempunyai nilai koefisien regresi paling besar (paling dominan) adalah variabel tepat waktu, dimana pemakai informasi akuntansi lebih memfokuskan pada ketepatan waktu dari kualitas informasi yang disampaikan oleh pihak penyelenggara sistem informasi.
3)    Variabela yang mempunyai nilai koefisien regresi paling kecil adalah variabel integrasi nampaknya kurang menjadi hal yang dapat membuat penggunaan informasi merasa puas dari kualitas informasi akuntansi yang dihasilkan.
Saran-saran
1)    Mengenai Perusahaan. Agar PT. Eurotex Jaya Perkasa dapat mengakses sistem informasi akuntansi manajemen yang berbasis komputer secara on-line sehinnga dapat lebih cepat dapat mengetahui data terakhir pada setiap unit/departemen.
2)    Mengenai Manajer. Hendaknya setiap manajer atau kepala bagian agar selalu memperhatikan, memeriksa, menganalisa, bila perlu mencek kebenaran informasi yang diberikan oleh bawahannya, karena masih banyak bawahan yang memberikan informasi hanya untuk menyenangkan atasan.
3)    Mengenai responden. Agar penelitian dapat dikatakan lebih representatif, maka diharapkan dalam penelitian selanjutnya, kapasitas respon-den dari pihak perusahaan penyedia sistem informasi akuntansi manajemen dapat lebih diperbesar ruang lingkup penelitian.
4)    Perlu diteliti yang lebih mendalam lagi (indepth interview) untuk mendapatkan data dan informasi terhadap kepuasan pemakai informasi akuntansi manajemen pada PT. Eurotex Jaya Perkasa, sehingga data dan informasinya betul-betul akurat.

Daftar Pustaka
Atkinson, A. A. RJ. Banker, R.S Kaplan, dan S.M Young. 1995, Management Accounting Englewood  Cliffs, New Jersey, Prentice-Hall.
Baridwan, Zaki. 1995, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi kedua, BPFE, Yogyakarta.
Chia, Y. M. 1995, Desentralization, Management Accounting System Information Characteristic and Their Interaction Effects on Managerial  Performance ; A Singapore Study, Journal of Business Finance and Accounting, PP. 811-830
Don R. Hansen, Maryanne M. Mowen. 1999, Akuntansi Manajemen. Jilid 1, Alih Bahasa Ancella A Hermawan, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Garrisson, Ray H dan Norren. 2000, Akuntansi Manajerial. Penerbit ITB Bandung.
Herman, Darmawi. 2001. Manajemen Asuransi, Editor Estu Rahayu. Edisi 1. Cet.2. Bumi Aksara: Jakarta.
Nazaruddin, Letje. 1998. Pengaruh Desentralisasi dan Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen Terhadap Kinerja Manajerial. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol.1 No.2, Juli, PP 141-162.
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia, (1995). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi 2, Jakarta : Depdikbud dan Balai Pustaka.
Simamora, 1999, Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: